Izet, Sang Pemalak Sopir Truk yang Viral di Facebook Akhirnya Dibekuk

Akhirnya, sang preman bernama Izet yang memalak sopir truk di kawasan PT Semen Padang itu dibekuk Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar). Aksi preman Izet terekam video dan sempat viral di media sosial. Izet ditangkap di Kabupaten Tanah Datar pada Kamis pagi (15/7/2021) dan langsung digelandang ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan. Pelaku diamankan di daerah Tanah Datar, Sumatera Barat sekitar pukul 06.00 WIB. "Kita serahkan ke Polresta Padang untuk diusut lebih mendalam," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu dalam keterangannya kepada media, Kamis (15/7/2021). Aksi Izet diketahui berdasar laporan masyarakat kepada kepolisian. Setelah menerima laporan, polisi langsung bergerak memburu pelaku. "Peristiwa ini kami ketahui dari informasi masyarakat serta video yang viral di media sosial," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda.Ia mengatakan Satreskrim Polresta Padang beserta jajaran memburu pelaku yang ...

Pengumuman PPDB Sumut Belum Jelas, Orang Tua Siswa Protes ke Disdik

 Orang tua siswa di Sumatera Utara (Sumut) ramai-ramai mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut. Mereka memprotes pengumuman PPDB Sumut jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua yang hingga saat ini dianggap tidak jelas.

Pantauan detikcom, di kantor Disdik Sumut, di Medan, Selasa (22/6/2021), tampak orang tua siswa berkumpul di Ruang Amir Hamzah Kantor Disdik Sumut. Mereka silih berganti menyampaikan keluhan di depan pihak penyelenggara Mereka menyebut pengumuman yang dilakukan oleh pihak penyelenggara tidak jelas. Mereka pun meminta kejelasan pasti dari penyelenggara. Setelah mendapat penjelasan, para orang tua siswa pun berangsur meninggalkan ruangan tersebut. Mulai Jumat, Sabtu, Senin hingga Selasa, nggak jelas. Kalau kemarin nggak tahu apanya, nggak tahu cara-caranya. Datang lagi semalam, dibilangnya semalam itu nilainya, programmer dipanggil rupanya tadi programmer-nya sakit," kata salah satu orang tua siswa, Ida Pasaribu. Ida, yang mendengar programmer itu sakit, tidak terima. Lalu, pihak penyelenggara memberikan rumusnya. Dan setelah dilihat, anaknya itu malah menang. Nah, begitu programmer sakit, kami nggak terima, cara-caranya gimana dikasihlah rumusnya, juga anak kami menang. Jadi manalah ini yang benar. Kami pun bingung," sebut Ida. Anak Ida punya nilai tinggi tapi 'kalah' oleh calon siswa lain yang punya nilai lebih rendah:

Ida mengaku bahwa anaknya mendaftar lewat jalur prestasi. Nilai anaknya berkisar 95,45 tapi dinyatakan tidak lulus, sementara nilai kawannya di bawah itu malah lulus.

"Jalur prestasi. Nilai 95,47 tapi nggak lulus, akreditasi sekolah A, dikalikan dengan itu pun kita menang. Kawannya, di bawahnya, masuk," ujar Ida.Ida berharap hal tersebut harus jelas. Jika programmer-nya itu sakit, dia meminta agar dilakukan secara manual.

"Iya (berharap harus jelas). Permintaan kami ya harus jelaslah. Kalau programmer-nya sakit, manual," ujar Ida

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog